Jogja

Pemda DIY Sebut Titik Ini Sebagai Medan Terberat Dari Pembangunan Jalan Tembus Prambanan-Gunungkidul

Yudi Permana | 1 Agustus 2025, 21:18 WIB
Pemda DIY Sebut Titik Ini Sebagai Medan Terberat Dari Pembangunan Jalan Tembus Prambanan-Gunungkidul

Akurat.co, Jogja - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY merencanakan pembangunan jalan tembus Prambanan - Gading Gunungkidul sepanjang 28 kilometer.

Dari jumlah itu yang belum tersambung di akhir tahun ini tinggal 4,5 kilometer. Diharapkan dari 4,5 kilometer tersebut dapat diintervensi dana dari Inpres Jalan Daerah (IJD).

Rencananya diusulkan 4,5 kilometer dilaksanakan dengan IJD di tahun 2025 dan 2026. Harapannya untuk 1,5 kilometer bisa dilaksanakan di akhir tahun ini.

"Sehingga di tahun tinggal tersisa 3 kilometer," kata Kasi Pembangunan Bidang Bina Marga Dinas PUPESDM DIY, Wira Sasonggo Putro.

Baca Juga: Kunjungi Proyek Ruas Jalan Gayamharjo-Gunungkidul, Ini Harapan Komisi C DPRD DIY Terhadap Pemkab Sleman 

Dijelaskan Wira, untuk Pemda DIY sendiri sudah melaksanakan dari sisi selatan atau Gayamharjo menuju Prambanan untuk total 9 kilometer, sudah dilaksanakan 1,4 kilometer.

Tim dari nasional diharapkan bisa meneruskan kekurangan tersebut. Jadi di akhir 2026 atau awal 2027 itu jalan Prambanan-Gading sudah bisa digunakan masyarakat.

"Tentunya ini berkaitan dengan ketersediaan pembiayaan tadi. Apakah 4,5 kilometer secara skema pembiayaan bisa dilaksanakan di tahun ini dan tahun depan atau tidak," jelasnya.

Untuk medan terberat diprediksi ada di medan terberat sekitar di titik 7.000 atau 8.000 meter ada potensi yang harus diperhatikan kondisi geologi alamnya.

Nantinya jika jalan ini sudah selesai dibangun, setidaknya masyarakat yang mau berwisata ke Tebing Breksi tidak perlu memutar ke arah selatan. Melainkan bisa lewat jalan tembus ini.

Baca Juga: Pembangunan Jalan Tol Solo-Yogya-YIA Masuki Tahap Konstruksi, Pembebasan Lahan Capai 89,3 Persen

Namun untuk sampai ini masih belum dilalui, karena memang belum terkoneksi ke jalan arah Gunungkidul. Tapi konsep penanganan segmentasinya harus tersambung dengan jalur kabupaten atau lingkungan masyarakat.

"Terutama masyarakat sekitar bisa ikut menggunakan jalan ini," jelasnya.

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.