Jogja

Tak Cuma Singkong Gunungkidul, Gerakan Sosial Masjid Nurul Ashri Sleman Juga Bantu Petani Sayur hingga Air Bersih di NTT

M. Mubin Wibawa | 13 Agustus 2025, 08:05 WIB
Tak Cuma Singkong Gunungkidul, Gerakan Sosial Masjid Nurul Ashri Sleman Juga Bantu Petani Sayur hingga Air Bersih di NTT

Akurat.co,Jogja-Gerakan sosial yang dilakukan Masjid Nurul Ahsri Sleman ternyata bukan baru ini saja dilakukan dengan menolong petani singkong Gunungkidul, Yogyakarta.

Jauh sebelum itu, sejumlah gerakan sudah dilangsungkan. Salah satu yang paling menyita adalah penyediaan air bersih bagi warga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gerakan membeli singkong petani Gunungkidul merupakan aksi terbaru yang dilakukan Masjid Nurul Ashri.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Masjid di Sleman Beli Singkong 10 Ton dari Petani Gunungkidul

Masjid dengan slogan 'menghadirkan solusi permasalahan umat' ini berhasil membantu petani singkong Gunungkidul melalui gerakan pembelian oleh jemaah atau warga yang dikumpulkan.

Dari insisiasi tersebut, terbeli sekitar 10 ton singkong dengan harga Rp3.000 per kilogram (kg). Padahal, sebelumnya harga di level petani hanya berkisar Rp500 per kg.

Bantu petani sayur

Sebelumnya, Masjid NUrlu Ashri juga mengadakan gerakan jasa titip sayur dari petani langsung karena harga yang jatuh.

Gerakan ini juga sukses mengubah nasib petani. Pembelian bahkan menyentuh angka 1,7 ton dan terus bertambah.

Gerakan lain yang tak kalah fenomenalnya adalah pengadaan air bersih untuk warga NTT.

Baca Juga: Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sleman, Salurkan Dana Rp 4,89 M Untuk Warga Kurang Mampu

Warga yang sudah menyerah untuk mendapatkan air bersih, juga mendapatkan bantuan untuk bisa mengebor.

Hasilnya, berkat gerakan dari Masjid Nurul Ashri, warga NTT kini bisa merasakan segarnya kehadiran air bersih di daerahnya.

Selain gerakan di atas, masih banyak aktivitas sosial lain yang dilakukan masjid tersebut. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.