Jogja

Pemda Diminta Aktifkan Lagi Siskamling, Muncul Kesadaran Jaga Wilayah Pascakerusuhan Demonstrasi

M. Mubin Wibawa | 9 September 2025, 14:05 WIB
Pemda Diminta Aktifkan Lagi Siskamling, Muncul Kesadaran Jaga Wilayah Pascakerusuhan Demonstrasi

Akurat.co,Jogja-Pemerintah Daerah (Pemda) diminta untuk mengaktifkan lagi Sistem Keamanan Keliling, terutama pascakerusuhan demonstrasi di Jakarta, 28-30 Agustus 2025.

Kesadaran masyarakat muncul dipicu aksi anarkis tersebut.

Seperti terjadi di Jawa Timur (Jatim). Warga mulai kembali menghidupkan poskamling, mempererat hubungan antarwarga, dan membangun sistem deteksi dini berbasis komunitas.

Hal ini membuktikan bahwa ketika rasa aman dibangun dari dalam komunitas, maka kekuatan sosial pun ikut menguat.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bahkan mengeluarkan Surat Edaran untuk memperkuat ketertiban dan ketenteraman masyarakat.

Baca Juga: Kisah Raden Mas Pringwedana Buka Kawasan Hutan Banguntapan, Kini jadi Kawasan Dusun yang Dihuni Ribuan Warga

Kesadaran serupa juga terjadi di Bandung. Wali Kota Muhammad Farhan bahkan turun langsung memimpin siskamling di beberapa titik.

Sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antara warga dan pemimpin daerah adalah kunci stabilitas sosial.

Di kawasan Summarecon, Bekasi, warga menunjukkan ketanggapan luar biasa saat situasi memanas di sekitar Polres Metro Bekasi Kota, Minggu (31/8/2025) malam.

Tanpa komando formal, warga secara kolektif membentuk ronda malam, menjaga lingkungan dari kemungkinan masuknya pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melalui Surat Edaran No. 300.1.4/e.1/BAK pada 3 September 2025, telah menginstruksikan pemerintah daerah untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan dan mengoptimalkan peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlimnas) di tingkat desa dan kelurahan.

Dengan edaran ini, Mendagri menegaskan Satlinmas bersama Satpol PP tetap menjadi ujung tombak dalam menjaga stabilitas dan ketertiban masyarakat, sekaligus memastikan penegakan aturan berlangsung dengan cara yang berkeadilan dan berorientasi pada pelayanan publik

Menurut Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Saputra Hasibuan, gerakan ini adalah bentuk nyata dari kearifan lokal yang telah berakar lama di masyarakat Indonesia.

Siskamling bukan hanya soal menjaga malam, tetapi menjadi ruang sosial yang mempererat kepercayaan dan kohesi antarwarga.

“Gerakan warga jaga warga ini adalah ekspresi solidaritas, bukan sekadar antisipasi keamanan.

Baca Juga: UMKM Masjid Nurul Hidayah Kota Jogja, Wujud Nyata Ekonomi Umat

Ketika masyarakat terlibat secara aktif dan kolektif, mereka bukan hanya menjaga lingkungan fisik, tetapi juga menjaga keutuhan sosialnya,” ujar Edi, Senin (8/9).

Ia juga mengingatkan, partisipasi warga dalam menjaga ketertiban hendaknya tidak terlalu diintervensi aparat, agar tetap menjadi gerakan organik yang tumbuh dari kesadaran bersama.

Siskamling modern menunjukkan bahwa ketahanan sosial tidak hanya diukur dari kesiapan aparat, melainkan juga dari sejauh mana warga mampu merespons tantangan dengan cara yang bersatu, damai, dan saling mendukung.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.