Dishub DIY Ajak Masyarakat Kembali ke Moda Transportasi Tradisional Ramah Lingkungan

Akurat.co,Jogja-Dinas Perhubungan DIY mengajak masyarakat kembali ke moda transportasi tradisional yang ramah lingkungan.
Dengan kembali ke transportasi tradisional rendah emisi tersebut diharapkan mengurangi pencemaran udara yang semakin tinggi.
Di Yogyakarta, moda transportasi tradisional yang masih eksis sampai hari ini, di antaranya becak, andong, hingga sepeda onthel.
Sebagai wujud dukungan penggunaan moda transportasi tradisional ramah lingkungan, Dishub melakukan Kampanye Naik Becak, Andong, dan Sepeda Onthel di Kawasan Malioboro, pada Selasa (9/9) kemarin.
Baca Juga: Satu Dekade Komunitas Banyu Bening Terus Edukasi Menjaga Air untuk Sumber Kehidupan
Kampanye sekaligus wujud dukungan komitmen menjaga dan melestarikan kawasan warisan dunia Sumbu Filosofi, serta upaya mempertahankan keberadaan angkutan tradisional rendah emisi tersebut.
Seperti yang diketahui, berdasarkan keputusan UNESCO menetapkan bahwa kawasan Sumbu Filosofi merupakan bagian dari World Heritage yang perlu dijaga kelestariannya dari 5 (lima) faktor ancaman. Salah satu faktor ancaman adalah tekanan lingkungan, yaitu polusi udara berupa emisi gas buang kendaraan bermotor.
Kegiatan melibatkan 25 becak kayuh bertenaga alternatif listrik, 25 sepeda onthel, dan 20 andong.
Kampanye mengambil rute berkeliling di kawasan Malioboro. Dimulai dari Halaman Gedung DPRD DIY-Jl. Malioboro-Titik O Km-Jl. Mataram-Hotel Melia Purosani hingga finis di Halaman Pendopo Wiyoto Projo, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Hadir dalam kegiatan Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi dan Kepala Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofis (BPKSF) Aryanto Hendro Suprantoro.
Chrestina Erni Widyastuti menyebut bahwa kampanye ini diadakan sebagai bagian dari peringatan Hari Perhubungan Nasional ke-54 Tahun 2025 yang puncak acaranya akan diselenggarakan pada 17 September 2025 mendatang.
“Ini adalah rangkaian proses yang kami laksanakan setiap tahun, tetapi eventnya bervariasi,” ungkap Erni.
Erni mengatakan, berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini Dinas Perhubungan DIY tak hanya mempromosikan penggunaan becak kayuh bertenaga alternatif listrik, tetapi juga menggandeng komunitas sepeda onthel sebagai upaya untuk turut membudayakan penggunaan sepeda dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Kuliner Hidden Gem Sleman, Ada Warung Sekul Mbak Gebyar, Menu Oseng Pedas Resep Turun-Temurun
“Selain dapat berfungsi sebagai sarana olahraga, sepeda itu sebagai upaya mentradisikan kita untuk semakin mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan rendah emisi juga,” ujar Erni dikutip dari laman resmi Pemprov Jogja, Rabu (10/9/2025).
Erni pun menyampaikan apresiasi dan sangat menghargai pemerintah yang masih menaruh perhatian terhadap penggunaan sepeda.
Erni juga tertarik dengan tantangan yang diberikan oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, untuk membuat sepeda onthel menjadi sebuah ekosistem ojek onthel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Sleman Jangan Panik! Sirine EWS Merapi Bakal Berbunyi Serentak 17 Agustus, Ini Alasannya
- 2Tangan Kroniyah Gemetar Saat Terima Kunci Rumah, Ini Sebabnya...
- 3Dari Posko NTT, Dirut PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman selama Pelaksanaan HUT ke-81
- 4Lansia Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis Sleman
- 5Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 6Dampak El Nino, Status Siaga Darurat Kekeringan Sleman Berpotensi Diperpanjang
- 7FTI UAJY Perkuat Kemampuan Komunikasi antara Dosen dengan Mahasiswa
- 8Penampilan Polisi Cilik di Upacara Penurunan Bendera Pemkab Kulon Progo Pukau Masyarakat
- 9Donatsur, Donat Lembut Jogja yang Selalu Antre Pembeli
- 10Melihat Tradisi Sedekah Jageran yang Sudah Berlangsung 16 Tahun Lamanya









