Cegah Keracunan MBG Berulang, Guru Besar UGM Sarankan Kapasitas SPPG Ditinjau Lagi

Akurat.co,Jogja-Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, Prof. Sri Raharjo menyarankan kapasitas setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditinjau lagi.
Hal tersebut untuk mencegah kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) terulang dan membuat orang tua siswa khawatir.
Sejauh ini, target yang dipatok pemerintah untuk setiap SPPG memenuhi kurang lebih 3.000 porsi MBG terlihat melebihi kapasitas satu dapur umum.
Karena kapasitas satu SPPG begitu besar, pengolahannya pun dilakukan sangat dini.
Baca Juga: Sri Sultan HB X Minta Tak Ada Lagi Keracunan MBG di Yogya
Selain itu, perlu diperhatikan juga waktu pengolahan hingga makanan dikonsumsi siswa. Bahkan perlu diruntut satu per satu dari isi tray makanan.
“Dalam satu tray makanan yang macam-macam itu, kira-kira yang berkontribusi pada keracunan tadi itu dimana? Nasi, lauk, atau sayuranya kah? gitu kan? dan nanti juga diperiksa dalam proses penyiapannya,” ungkapnya dikutip dari ugm.ac.id.
Ia menyebutkan salah satu menu di MBG yang memiliki potensi besar menyebabkan keracunan adalah lauk.
Pengolahan lauk memerlukan waktu dan pemanasan yang cukup agar dapat mematikan atau mengurangi bakteri di bahan mentahnya.
Baca Juga: Sambil Bawa Alat Masak, Ibu-ibu di Jogja Turun ke Jalan, Minta Presiden Prabowo Hentikan MBG
Sementara terdapat keterbatasan waktu, alat, hingga Sumber Daya Manusia dari pihak penyedia MBG.
Untuk mengantisipasi terjadinya kasus keracunan pada menu makanan MBG, Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG) UGM ini mendesak perlu adanya perhatian khusus terhadap proses pengolahan hingga pengemasan makanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









