Jogja

Resmi Dibuka, Festival Kebudayaan Yogyakarta 2025 Angkat Potensi Terpendam Gunungkidul

Yudi Permana | 11 Oktober 2025, 20:04 WIB
Resmi Dibuka, Festival Kebudayaan Yogyakarta 2025 Angkat Potensi Terpendam Gunungkidul

Akurat.co,Jogja-Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025 resmi dibuka pada Sabtu (11/10/2025).

FKY 2025 dilaksanakan di Gunungkidul. Festival budaya tahunan ini resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, yang hadir mewakili Gubernur DIY.

Tempat pembukaan, Lapangan Desa Logandeng, Plembon Kidul, Kapanewon Playen, Gunungkidul, pun lebih semarak.

Mengusung tema “Adoh Ratu, Cedhak Watu”, FKY 2025 menghadirkan semangat kemandirian dan kearifan lokal masyarakat Gunungkidul yang tetap berakar pada tradisi, namun terbuka terhadap perkembangan zaman.

Pembukaan FKY dihadiri oleh Sekda Kabupaten Gunungkidul, Sri Suhartanta; unsur Forkopimda DIY dan Gunungkidul; Kepala Dinas Kebudayaan DIY; Tim Pengarah dan Tim Kerja FKY; para seniman; tokoh adat; serta masyarakat luas.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Festival Kebudayaan Yogyakarta ( FKY) 2025, Digelar di Gunungkidul, Dibuka Pawai Arak-arakan Kambing Ternak

Dalam sambutan Gubernur DIY yang dibacakan oleh Sekda DIY, disampaikan bahwa tema FKY tahun ini mencerminkan karakter masyarakat Gunungkidul yang tangguh dan mandiri di tengah jarak geografis dari pusat pemerintahan.

“Adoh Ratu, Cedhak Watu bukan sekadar permainan kata, melainkan cermin realitas: masyarakat Gunungkidul mampu menumbuhkan keseimbangan antara hormat dan mandiri, antara patuh dan berdaya. Jarak bukan pemisah, melainkan ruang untuk tumbuh,” ungkap Ni Made.

Sekda DIY juga berharap FKY menjadi ruang yang mempertemukan kembali berbagai gagasan budaya dan menghidupkan nilai-nilai kebersamaan.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Gunungkidul, Sri Suhartanta, menyebut melalui FKY masyarakat diingatkan kembali akan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur budaya agar tetap hidup dan bermanfaat.

“FKY bukan hanya tentang pertunjukan seni, tetapi tentang menghidupkan kembali kearifan lokal yang menjadi sumber inspirasi dan ketahanan bangsa.

Kami mengajak masyarakat Gunungkidul menjadikan semangat Adoh Ratu, Cedhak Watu sebagai pedoman dalam membangun daerah yang adil, makmur, lestari, dan berkeadaban,” ujarnya.

Baca Juga: 5 Fakta Tak Terduga Kue Kontol Kejepit Khas Bantul, Warisan Budaya yang Awalnya jadi Barang Barter Musim Panen Padi

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menjelaskan tema Adoh Ratu, Cedhak Watu mengandung pesan mendalam tentang hubungan manusia dengan alam dan akar sejarahnya.

“FKY 2025 bukan sekadar festival, melainkan ruang pertemuan pengetahuan dan inovasi budaya," jelasnya.

Pawai Rajakaya

Pembukaan diwarnai Pawai Rajakaya yang diikuti sekitar 800 peserta dari lima kabupaten/kota di DIY menjadi penanda dimulainya FKY 2025.

Arak-arakan hewan ternak berhias indah dengan iringan musik tradisional menjadi simbol rasa syukur, gotong royong, serta harmoni antara manusia, alam, dan budaya.

Pawai ini berakar pada upacara adat Gumbregan di Gunungkidul, sebuah praktik ritual yang merepresentasikan ungkapan syukur sekaligus doa masyarakat agraris.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.