5 Fakta Terbaru 2 SPPG Yogyakarta Stop Operasi, Dana Operasional Tersendat

Akurat.co,Jogja-Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Yogyakarta terpaksa mengenhentikan operasionalnya.
Dua SPPG tersebut berada di Sleman dan Gunungkidul. Pihak SPPG sudah berusaha untuk terus beroperasi.
Apa daya mereka tak sanggup lagi menjalankan operasional karena kabar menyebutkan dana operasional dari pusat tak kunjung turun.
Baca Juga: Pemanfaatan Dapur UMKM hingga Sekolah Solusi Krisis MBG
Berikut adalah fakta-fakta terbaru terkait berhentinya operasional 2 SPPG di Yogyakarta.
1. Ketiadaan anggaran sebabkan berhentinya SPPG Jogotirto
Ketiadaan anggaran jadi penyebab berhentinya operasional SPPG di Jogotirto, Padukuhan Blambangan, Kalurahan Jogotirto, Berbah, Sleman
PIC Yayasan, Aris membenarkan SPPG Jogotirto memutuskan menghentikan operasional dapur sementara. Sebab utamanya adalah keterlambatan atau ketiadaan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Aris mereka berusaha tetap menjalankan program saat ada keterlambatan.
Tapi Senin 13 Oktober mereka menyatakan tak bisa meneruskan.
2. Tak ada kaitan sama kasus keracunan di SMPN 3 Berbah
Berhentinya operasional SPPG tak ada kaitan dengan kasus keracunan pangan yang sebelumnya terjadi di SMPN 3 Berbah.
3. Yayasan mengecek adakah kesalahan prosedur
Saat ini Yayasan masih berkomunikasi dengan Koordinator Wilayah dan Kepala Regional BGN DIY terkait keterlambatan anggaran tersebut.
Yayasan bersama SPPG sedang menelusuri kekeliruan permohonan anggaran apabila memang ada.
Apabila terjadi kesalahan prosedur, biasanya akan mendapatkan notifikasi status untuk diubah. Namun status tersebut tidak ada perubahan (tidak ada penolakan).
Baca Juga: Cegah Keracunan MBG Berulang, Guru Besar UGM Sarankan Kapasitas SPPG Ditinjau Lagi
4. SPPG Wonosari I Gunungkidul juga alami hal serupa
Kondisi serupa dialami SPPG Wonosari I di Kabupaten Gunungkidul.
Ketua pengelola, Hyndun Astry Nurdiyanty, mengungkap dapur MBG di wilayahnya menghentikan kegiatan sejak Senin (13/10/2025) karena anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum masuk ke rekening operasional.
Padahal, kata Hyndun, dana biasanya cair seminggu sebelum masa distribusi dimulai.
“Pengajuan sudah kami kirim awal Oktober, tapi belum ada respons. Katanya ada pergantian pejabat pembuat komitmen (PPK) di pusat,” ungkapnya.
5. Sedang ada proses penataan di BGN Pusat
Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) DIY, Gagat Widyatmoko, mengatakan tengah ada proses penataan administrasi di BGN Pusat dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pencairan Anggaran.
SPPG DIY masih berkomunikasi intens dengan BGN Pusat agar SPPG Jogotirto bisa segera beroperasi. Gagat tidak mengharapkan ada SPPG yang berhenti beroperasi untuk melayani penerima manfaat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









