Jaga Warga, Kearifan Lokal Warga Yogyakarta yang Bikin Adem dan Tenteram Wilayah

Akurat.co,Jogja-Program Jaga Warga menjadi salah satu faktor keamanan dan ketenteraman wilayah Yogyakarta.
Melalui program yang dilakukan setiap kalurahan ini, Yogyakarta pun bisa senantiasa menunjukkan suasana adem dan damai.
Hal tersebut diakui langsung Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata.
Menurut Gandang, melalui kebijakan reformasi kalurahan program Jaga Warga menjadi lebih kuat.
Saat ini seluruh kalurahan di DIY wajib memiliki Jaga Warga, di mana menjadi pihak yang dapat selalu hadir menciptakan ketentraman dan kerukunan warga.
Baca Juga: Matahari Kayak Lagi Diskon, Ini Penyebab Cuaca Panas yang Melanda Jogja
“Jaga Warga bukan hanya masalah keamanan, tapi poin pentingnya adalah soal ketenteraman dan kerukunan yang harus tetap dipelihara di tingkat kalurahan ataupun di tingkat yang lebih kecil.
Dan tentu kami sebagai perangkat desa tidak bisa mewujudkan hal itu tanpa adanya peran serta dari masyarakat,” ungkapnya dalam Forum Group Discussion yang bertajuk ‘Merajut Kohesi Sosial untuk Jogja Damai’ di Kantor Sekretariat DPD RI DIY.
Senada, Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas menyebut, masyarakat di DIY untuk menjaga daerahnya agar tetap aman, damai, toleran, dan inklusi masih ada.
Hal inilah yang harus selalu dijaga, karena tidak hanya pemerintah dan aparat saja yang berperan menjaga kedamaian Jogja.
Baca Juga: Buntut Keracunan MBG di SMA Teladan, Pemkot Jogja Hentikan Sementara Layanan SPPG
“Di Jogja ini saya menganggap sangat luar biasa masyarakatnya. Karena memang yang terpenting dalam krisis itu, bukan ada apanya, tapi bagaimana sikap kita menghadapinya," kata Hemas.
Dan ternyata gerakan masyarakat Jogja luar biasa, baik jaga kampung ataupun jaga warganya.
"Semua sudah bergerak mengantisipasi supaya Jogja meskipun ada gejolak, tetapi tidak terlalu besar,” tuturnya.
Menurut Hemas, Jogja sudah menjadi milik seluruh Indonesia, dengan artian Jogja dapat menjadi barometer Indonesia.
“Kalau Jogja aman, Indonesia juga aman,” imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









