Ratusan Siswa dari 3 Sekolah di Mlati Sleman Diduga Keracunan MBG, 1 Dirujuk ke RS

Akurat.co, Jogja - Ratusan pelajar dari tiga sekolah di Kapanewon Mlati Sleman mengeluhkan mual dan muntah, Jumat (24/10/2025).
Diduga mereka mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ratusan pelajar tersebut berasal dari MAN 3 Sleman, SMPN 2 Mlati dan SD Jombor Lor.
Mereka secara bergantian tiba di Puskesmas Mlati 1 Sleman sekitar pukul 09.00 WIB.
Baca Juga: Menu Ayam, Diduga Jadi Penyebab Ratusan Siswa SMAN 1 Yogyakarta Keracunan MBG
"Dari awal sampai siang ini, ada sekitar 80an siswa. Keluhannya sakit perut, mual dan mules. Satu siswa dirujuk ke RSA UGM, karena lemas" kata Kepala Puskesmas Mlati 1 Sleman Lis Listiyani.
Siswa yang masuk awalnya dari SMPN 2 Mlati. Kemudian dari MAN 3 Sleman dan terakhir dari SD Jombor Lor.
Mereka langsung mendapatkan penanganan medis dari Puskesmas Mlati 1 dan sudah diperbolehkan pulang.
Plt Panewu Mlati Arifin mengatakan dari informasi yang diterima, jumlah siswa di MAN 3 Sleman ada 214 orang.
"Itu yang bergejala banyak. Yang kita data yang kita bawa dibawa ke puskesmas saja. MAN 20 siswa, SDN Jombor 13 siswa dan SMPN 2 Mlati 55 siswa," katanya.
Baca Juga: Buntut Keracunan MBG di SMA Teladan, Pemkot Jogja Hentikan Sementara Layanan SPPG
Arifin menyebut keracunan ini diduga karena menu MBG pada Kamis (23/10/2025). Menutnya berupa opor ayam, tahu balado, acar dan buah anggur.
Ketiga sekolah itu menerima menu MBG dari satu dapur SPPG yang sama yakni di Sinduadi. Akan tetapi, dia belum bisa memastikan apakah penyebab keracunan itu karena menu makanan hari ini atau kemarin.
Kepala SMPN 2 Mlati Insan Abadi mengungkapkan, dari 470 siswa yang mengalami keluhan mual dan mules ada sekitar 200 siswa. Termasuk 7 guru juga mengeluhkan yang sama.
Untuk MBG apakah tetap akan dilanjutkan, pihaknya menunggu instruksi dari dinas.
"Untuk KBM sampai sekarang masih tetap berlangsung. Karena memang tidak semua anak mengkonsumsi MBG.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









