Jogja

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Kulon Progo Rencanakan Pengembangan Tiga Stasiun KA

M. Mubin Wibawa | 7 November 2025, 07:09 WIB
Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Kulon Progo Rencanakan Pengembangan Tiga Stasiun KA

Akurat.co,Jogja-Guna mendorong pertumbuhan ekonomi, Kabupaten Kulon Progo merencanakan pengembangan tiga stasiun kereta api (KA).

Ketiga stasiun yang akan dikembangkan meliputi, Stasiun Wates, Stasiun Kedundang, dan Stasiun Kalimenur.

Selain mendorong pertumbuhan ekononomi, pengembangan ketiga stasiun juga mendukung mobilitas manusia dan logistik.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kulon Progo, Triyono, S.I.P., M.Si., saat mengadakan dialog langsung secara virtual dengan jajaran Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Baca Juga: Geliat Usaha Produk Panahan Tradisional Jemparingan Kulon Progo, Ingin Usaha Lebih Dikenal

Triyono menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah menyiapkan tiga rencana utama pengembangan perkeretaapian.

Pertama, pengembangan Stasiun Wates dengan membuka akses pintu di sisi utara yang terhubung langsung ke kawasan Alun-Alun Wates.

"Upaya ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi warga sekitar sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat," katanya dikutip dari laman resmi Pemkab Kulun Progo.

Kedua, optimalisasi Stasiun Kedundang sebagai stasiun naik-turun penumpang untuk mendukung konektivitas kawasan.

Ketiga, reaktivasi Stasiun Kalimenur yang difokuskan untuk menunjang aktivitas logistik dan bongkar muat barang.

Lebih lanjut, Triyono menyampaikan bahwa usulan tersebut telah dituangkan dalam surat resmi tertanggal 8 September 2025, serta telah dikonsultasikan dengan Pemerintah Daerah DIY.

Berdasarkan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2023, Stasiun Wates dan Kedundang termasuk dalam jaringan stasiun penumpang yang mendukung Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), sementara Stasiun Kalimenur diarahkan untuk memperkuat jalur logistik antara Wates dan Yogyakarta.

Kepala Bapperida Kulon Progo, Ir. Muh. Aris Nugroho, M.M.A., menuturkan bahwa peningkatan jumlah pengguna Stasiun Wates perlu diimbangi dengan pengembangan fasilitas dan kawasan sekitarnya.

Baca Juga: Setelah Tari Angguk, Tari Sugriwa Subali Kulon Progo Pecahkan Rekor MURI, Libatkan 7.400 Penari

Ia menyebut saat ini, penumpang yang transit di Stasiun Wates, terutama pengguna kereta bandara menuju YIA, semakin meningkat.

"Karena itu, kami ingin mengintegrasikan kawasan Alun-Alun Wates menjadi ruang publik terpadu dengan dukungan area parkir dan layanan kereta eksekutif yang dapat berangkat langsung dari Wates tanpa harus ke Stasiun Tugu Yogyakarta,” ungkap Aris.

Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2026, Kulon Progo direncanakan menjadi Embarkasi Haji dengan memanfaatkan hotel sebagai tempat pemberangkatan jamaah yang dapat diakses melalui Stasiun Kedundang.

Selain itu, pengembangan Stasiun Kalimenur juga diarahkan untuk menunjang kawasan industri, perkantoran, dan perumahan di Sentolo, yang ke depannya akan menjadi titik akses KRL bagi masyarakat sekitar.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.