Jumlah Lansia di Yogya Tertinggi di Indonesia, Wali Kota: Jangan Jadi Beban Sandwich Generation

Akurat.co,Jogja-Proporsi penduduk lanjut usia atau lansia di Kota Yogyakarta mencapai 16,2 persen dan menjadi tertinggi di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
Kondisi tersebut berpotensi memperberat beban generasi produktif atau sandwich generation apabila tidak diimbangi dengan kualitas SDM yang unggul dan produktif.
Hasto juga menyoroti kondisi demografi Kota Yogyakarta yang mengalami minus growth dengan angka kelahiran 1,65.
Baca Juga: 89 Lansia Kota Yogyakarta Jalani Wisuda, Tetap Produktif dan Bahagia di Usia Senja
Untuk itu, Hasto menitikberatkan pentingnya sektor pendidikan untuk mengatasi masalah yang muncul dikemudian hari.
“Di Kota Yogyakarta ini tidak punya sumber daya alam. Yang kita miliki hanya sumber daya manusia.
Kalau kita ingin maju dan tidak tertinggal, maka yang harus dikembangkan adalah manusianya. Pembangunan kita harus human-centered development,” ujar Hasto dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.
Sekolah negeri garda terdepan
Untuk itu, Hasto menekankan, sekolah negeri harus menjadi garda terdepan kehadiran negara dalam melayani masyarakat, khususnya warga miskin.
“Saya instruksikan kepada kepala dinas pendidikan, jangan sampai ada orang miskin tidak dilayani di sekolah negeri. Sekolah negeri harus gratis dan benar-benar bisa diakses oleh seluruh warga,” tegas Hasto.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menyampaikan bahwa capaian Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Kota Yogyakarta saat ini berada di peringkat keempat nasional dari 514 kota.
Baca Juga: Keren! 474 Lansia di Sleman Berhasil Wisuda S1 dan S2
“Secara nasional ini sebenarnya capaian yang sangat baik. Namun karena kita kota pendidikan, tentu masih dituntut untuk terus meningkatkan indikator SPM agar peringkatnya naik,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Kota Yogyakarta masih berada di bawah Kota Magelang, Kota Malang, dan Kota Mojokerto.
Meski demikian, prestasi pendidikan Kota Yogyakarta juga diakui melalui berbagai indikator lain, di antaranya penghargaan sebagai kota dengan peningkatan akses pendidikan tertinggi untuk kategori kapasitas fiskal sedang dari Kementerian Dalam Negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 8Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









