Jogja

BMKG: Puncak Musim Hujan di Yogyakarta Diprediksi Januari-Februari 2026

M. Mubin Wibawa | 15 Januari 2026, 08:05 WIB
BMKG: Puncak Musim Hujan di Yogyakarta Diprediksi Januari-Februari 2026

Akurat.co,Jogja-Puncak musim hujan di Yogyakarta diprediksi terjadi pada Januari-Februari 2026.

BMKG pun mengimbau pemerintah daerah, institusi terkait dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap waspada puncak musim hujan.

Terutama di wilayah rawan banjir, tanah longsor dan angin kencang dengan melakukan tindakan mitigasi bencana meliputi membersihkan saluran-saluran air, memangkas dahan pohon.

Baca Juga: BMKG Imbau Waspada Dampak Siklon Tropis IGGY, Peningkatan Curah Hujan Masih Terjadi di DIY

"Memastikan kekuatan baliho-baliho di jalan dan tindakan-tindakan mitigasi bencana lainnya,” jelas Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas dikutip dari laman resmi BMKG.

Reni menjelaskan, curah hujan dasarian II Januari 2026 diprediksi dalam kategori menengah–tinggi berkisar antara 75-200 mm/dasarian dengan sifat hujan Normal-Atas Normal.

Curah hujan dasarian III Januari 2026 diprediksi dalam kategori menengah- tinggi berkisar antara 50-200 mm/dasarian dengan sifat hujan Bawah Normal-Normal.

Untuk curah hujan dasarian I Februari 2026 diprediksi dalam kategori menengah berkisar antara 50-150 mm/dasarian dengan sifat hujan Bawah Normal.

Pemkot Jogja perpanjang darurat cuaca ekstrem

Menyikapi rilis BMKG, langkah nyata dilakukan oleh Pemkot Jogja.

Pemkot Jogja memperpanjang masa siaga darurat cuaca esktrem, banjir, dan talut longsor hingga Februari 2026.

Sebelumnya statatus siaga bencana ditetapkan sampai Desember 2025.

Perpanjangan status siaga bencana tersebut ditetapkan dalam Keputusan Wali Kota Yogyakarta nomor 490 tahun 2025 tentang perpanjangan penetapan status siaga darurat bencana banjir, talut longsor dan cuaca ekstrem di Kota Yogyakarta.

BPBD Kota Yogyakarta mencatat selama tahun 2025 terdapat 138 kejadian pohon tumbang, 66 atap rusak karena angin kencang/cuaca ekstrem, 26 kejadian tanah/talut longsor dan 12 kejadian banjir luapan dan dan 1 kejadian gempa bumi.

Baca Juga: BMKG Prediksi La Nina hingga Januari 2026, Dosen UGM Ingatkan Tak Selalu Sebabkan Banjir

“Selama ini kejadian di Kota Yogya paling banyak pohon tumbang. Januari ini juga ada beberapa pohon tumbang.

Makanya kami imbau warga untuk mengurangi atau memangkas sebagian pohon yang rimbun dan lapuk untuk mencegah pohon tumbang,” terang Ketua Tim Kerja Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Petrus Singgih Purnomo.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.