Jogja

Hujan Disertai Angin Kencang, Sebabkan Talud Longsor dan Bangun di Sleman Rusak

Atiek Widyastuti | 15 April 2026, 13:25 WIB
Hujan Disertai Angin Kencang, Sebabkan Talud Longsor dan Bangun di Sleman Rusak
Salah satu titik bencana di Kabupaten Sleman. (Dok TRC BPBD Sleman)

Akurat.co, Jogja - Hujan sedang disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman, Selasa (14/04/2026) mengakibatkan longsor dan kerusakan bangunan di sejumlah titik.

Selain longsor, juga terpantau ada talud jalan yang ambrol. Termasuk kanopi di lembaga pendidikan roboh.

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, hingga Rabu (15/04/2026) pukul 10.00 WIB, bencana terpantau di lima kapanewon.

"Tiga titik di Kapanewon Pakem, dua titik di Kapanewon Ngemplak dan Cangkringan, Tempel dan Turi masing-masing ada satu titik," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sleman Haris Martapa.

Baca Juga: BPBD Kota Yogyakarta, Imbau Warga Waspada Pohon Tumbang

Di Kapanewon Pakem, terpantau ada talud longsor dan mengakibatkan akses Jalan Pakisaji - Watu Gendong Candibinangun. Di Randu Hargobinangun, talud jalan sedalam 2 meter dengan panjang 2,5 meter juga ambrol dan membahayakan pengguna jalan.

Hujan lebat disertai angin, mengakibatkan kanopi berukuran 16 x 2 meter di TK ABA Blembem lor Harjobinangun Pakem roboh.

Di Cangkringan, ada talud jalan sepanjang 15 meter dengan tinggi 2,5 meter longsor dan sempat menutup akses menuju Desa wisata Pentingsari Umbulharjo Cangkringan.

Sedangkan di Kapanewon Tempel ada dua tonggak pohon setinggi 4 dan 5 meter yang rawan roboh, lantaran talud di dekatnya retak.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Landa Kota Jogja, BPBD Minta Masyarakat Waspada

"Jika taludnya terus tergerus aliran Sungai Pelem, kedua tonggak pohon tersebut rawan roboh," jelasnya.

Di Tunggul Arum RT 01 RW 01 Wonokerto Turi Sleman, pondasi dan pagar batako kandang kelompok Ngudi makmur.

BPBD Sleman kembali menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaannya terhadap bencana. Apalagi saat ini sedang berada di musim pancaroba.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.