Jogja

Mengenal Upacara Adat Mapag Toya di Bantul, Berawal dari Keresahan Saluran Irigasi yang Kotor

Haris Ma'ani | 6 Juni 2026, 10:22 WIB
Mengenal Upacara Adat Mapag Toya di Bantul, Berawal dari Keresahan Saluran Irigasi yang Kotor
Foto prosesi upacara adat Mapag Toya, yang juga dihadiri wakil bupati Bantul. (foto: instagram/pemkabbantul)

Akurat.co,Jogja-Air dan pertanian menjadi bagian tak terpisahkan bagi petani.

Saluran irigasi air yang bersih, lancar, akan membuat produktivitas pertanian sesuai harapan.

Sebagai wujud syukur dan menjaga kelestarian air, ada upacara adat di Bantul yang dikhususkan untuk soal air.

Baca Juga: Rampung 100 Persen, Kelok 23 Hubungkan Bantul-Gunungkidul siap Beroperasi 2027

Nama upacaranya adalah Mapag Toya. Seperti yang dilakukan warga Sriharjo, Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).

Lurah Sriharjo, Titik Istiyawatun Khasanah mengatakan, upacara adat Mapag Toya memiliki filosofi tersendiri.

Mulai dari prosesi kirab menuju pintu air, pemotongan tumpeng, hingga doa bersama, semuanya bermuara pada harapan yang sama, yakni kelancaran dalam bertani dan mendapat hasil pertanian melimpah.

“Mapag Toya itu, resik irigasine lan resik atine," ungkapnya.

Menurutnya permulaan awal petani mengolah tanah tentu membutuhkan air.

"Harapannya Tuhan Yang Maha Esa memberi kelancaran, memberi kesuburan, dan petani kita mendapat hasil melimpah,” katanya dikutip dari laman resmi Pemkab Bantul.

Barman (75), petani asal Sriharjo, menyebut kegiatan sudah ada sejak 2013.

"Saya ikut dari awal. Ini bermula dari keresahan kita semua karena waktu itu irigasi untuk pertanian kotor sekali. Banyak sampah. Terutama sampah plastik,” tutur Barman.

Keberadaan sampah pada saluran irigasi, sebagaimana yang disampaikan Barman beserta petani lain, sangat mengganggu produktivitas pertanian.

Baca Juga: Lahan Pertanian di Bantul Berkurang tapi Produktivitas Meningkat, Kok Bisa?

Air kotor berdampak pada pertumbuhan padi dan menyebabkan hasil panen tidak optimal.

“Panen jadi jelek. Itu kalau padi. Kalau melon? Nggak bisa melon diberi irigasi dengan air kotor,” imbuh Barman.

Adanya Mapag Toya, menjadi secercah harapan bagi petani untuk senantiasa mendapatkan irigasi bersih yang sangat mereka butuhkan dalam dunia pertanian.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.