Jogja

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Rumah Warga Miskin di Gunungkidul Dipasangi Stiker

Haris Ma'ani | 31 Juli 2026, 08:57 WIB
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Rumah Warga Miskin di Gunungkidul Dipasangi Stiker
Contoh stiker warga miskin Gunungkidul. (foto: dok.Kalurahan Tepus)

Akurat.co,Jogja-Program labelisasi atau stiker rumah penerima bantuan sosial dilakukan Pemkab Gunungkidul.

Cara ini digunakan untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengungkapkan bahwa kebijakan labelisasi ini diambil setelah ditemukannya ketidaksesuaian antara data makro dengan realitas di lapangan.

Baca Juga: Kasus Bunuh Diri dan Kemiskinan jadi Perhatian, Pemkab Gunungkidul dan Kemenko PMK Sinergi Atasi Krisis

"Petugas menemukan warga yang masuk dalam kategori desil bawah namun memiliki aset signifikan," ujar Endah saat Rapat Koordinasi Pengendalian Triwulan II Tahun 2026 di Yogyakarta, Kamis, (30/7/2026).

Menurut Endah strategi tersebut dilakukan dengan menempelkan label atau stiker pada rumah warga yang terdaftar dalam data kemiskinan dengan melibatkan unsur Forkopimda, termasuk Kejaksaan Negeri dan Polres.

Hasilnya, banyak lurah melaporkan adanya warga yang secara sukarela mengundurkan diri sebagai penerima bantuan sosial.

Langkah proaktif Gunungkidul dalam melakukan ground checking atau verifikasi lapangan setiap hari ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah tingkat provinsi.

Bupati menyoroti bahwa tumpang tindih data antar instansi, seperti perbedaan basis data antara Dinas Sosial, BKKBN, dan Dinas Kesehatan, menjadi kendala dalam melakukan intervensi yang presisi.

Persoalan data di Gunungkidul dan DIY secara umum menjadi semakin krusial mengingat provinsi ini telah memasuki fase aging population dengan proporsi lansia mencapai 17,4 persen lebih.

Fenomena ini disebut sebagai kondisi “Menua Sebelum Kaya” (Grow Old Before Grow Rich), di mana populasi menua dengan cepat sebelum tingkat pendapatan mereka meningkat secara signifikan atau masih terjebak dalam jebakan pendapatan menengah.

Baca Juga: Entaskan Kemiskinan, Gunungkidul Alihkan Bantuan Konsumtif ke Pemberdayaan Masyarakat

Tingginya populasi lansia ini juga menciptakan beban ekonomi pada generasi sandwich yang harus menanggung beban hidup orang tua sekaligus anak-anak mereka.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.