Harga Plastik Naik, Pakar Ekonomi UMY Soroti Ketergantungan Impor RI

Akurat.co,Jogja-Pakar Ekonomi Energi UMY, Dr. Dessy Rachmawatie menyoroti ketergantungan impor bahan baku plastik di industri nasional.
Saat ini, sekitar 50 hingga 60 persen kebutuhan bahan baku masih dipenuhi dari luar negeri.
Hal tersebut disebutkannya sebagai salah satu faktor lonjakan harga plastik.
Baca Juga: El Nino Ancam Pertanian RI, Pakar UMY Ungkap Cara Mengatasinya
Menurutnya, ketergantungan tersebut membuat Indonesia rentan terhadap guncangan global.
Setiap kenaikan harga di pasar internasional akan dengan cepat ditransmisikan ke dalam negeri tanpa banyak ruang untuk meredam dampaknya.
“Ketergantungan pada impor bahan baku industri membuat kita sangat mudah terdampak oleh fluktuasi global," katanya.
Menurutnya lonjakan harga plastik hingga 30–100 persen berimplikasi pada stabilitas ekonomi secara lebih luas,
"Termasuk daya beli masyarakat,” ujarnya dilansir dari laman resmi UMY, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Pakar UMY: Pembangunan PLTS 100 GW Prabowo Dinilai Ambisius, RI Cuma jadi Komoditas China
Ia menyebut fenomena ini seharusnya menjadi peringatan bagi pemerintah untuk segera memperkuat fondasi industri nasional, khususnya pada sektor hulu berbasis petrokimia.
Penguatan kapasitas produksi dalam negeri dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi terhadap tekanan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





