Dijual Rp50 Miliar, 5 Fakta Penting Rumah Singgah Sukarno di Patangpuluhan Jogja

Akurat.co, Jogja-Rumah arsitektur Belanda di Patangpuluhan, Jogja, yang dulu sempat ditinggali Soekarno dijual senilai Rp50 miliar lebih.
Rumah ditawarkan di media sosial Facebook dan Instagram dengan harga Rp50.556.000.000.
Kabar yang beredar dan mengingat sejarah rumah tersebut membuat masyarakat pun banyak yang ingin tahu tentang rumah tersebut.
Baca Juga: Suka Baca Buku? Ini Spot Buku Legendaris di Yogyakarta
Lalu apa saja fakta penting rumah singgah Soekarno tersebut? Disarikan dari berbagai sumber, berikut fakta-faktanya:
1. Di Google diberi nama Grha Singgah Boeng Karno
Pada pencarian Google, rumah tersebut diberi nama Grha Singgah Boeng Karno. Alamat rumah ada di Jalan Patangpuluhan No.22, Patangpuluhan, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55251.
2. Berada di sebelah timur Mi Gacoan
Anak muda sekarang yang hobi kulineran, rumah ini berada di sebelah timur Mi Gacoan Patangpuluhan. Jika diamati rumah ini memiliki halaman luas, dengan arsitektur khas rumah-rumah zaman Belanda yang kental.
3. Dibenarkan penjaga memang dijual
Salah satu penjaga rumah membenarkan rumah tersebut dijual. Diketahui pemilik rumah adalah keluarga almarhum Prof.Purbodiningrat.
Soekarno pernah tinggal seminggu di sana bersama ibu negara Fatmawati dan anak-anak mereka, Guntur dan Megawati saat Agresi Militer Belanda I.
Baca Juga: Doyan Baca Buku, Datang Yuk di Pasar Literasi di Lippo Plaza Jogja
4. Pemiliknya, Purbodiningrat adalah adik tingkat Sukarno di ITB
Diketahui Prof.Ir.BKRT Saluku Purbodiningrat adalah adik tingkat Sukarno sewaktu menempuh kuliah di Technische Hoogeschool, sekarang ITB.
Putra pertama Purbodiningrat Raden Mas Lumiadji sempat menceritakan kepada Historia pada 2018 bahwa ayahnya masuk ITB 1924 dan lulus 1929. Sedang Sukarno masuk pada 1921.
Sukarno lulus pada 1928 atau satu tahun lebih dahulu dari Purbodiningrat.
Purbodiningrat memiliki jasa besar dalam sejarah pendirian RRI Yogyakarta dan pernah juga menjadi anggota dewan konstituante.
5. Fatmawati mengenang masa-masa tinggal di rumah tersebut
Dalam buku Fatmawati berjudul Catatan Kecil Bersama Bung Karno diceritakan bagaimana keluarga presiden harus bersembunyi dari ancaman pesawat Belanda.
"Dalam keadan begitu, Guntur kugendong bersembunyi di bawah wastafel dengan bertiarap," tulis Fatmawati.
Yang menarik dari iklan di akun Instagram, rumah tersebut ditawarkan dengan mencantumkan spesifikasi lengkap dan lengkap dengan kontak narahubungnya.
Berminat membelinya?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









