8,2 Juta Orang Diprediksi Masuk DIY pada Libur Idulfitri 2026

Akurat.co,Jogja-Sekitar 8,2 juta orang diprediksi akan masuk ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama musim liburan Idulfitri 2026.
Data dari Kementerian Perhubungan tersebut membuat jajaran kepolisian, pemerintah, dan seluruh sektor terkait waspada dan melakukan kesiapan.
Kapolda DIY, Brigjen Pol. Anggoro Sukartono mengungkap, tingginya mobilitas masyarakat setiap musim mudik berpotensi memunculkan berbagai kerawanan.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Bakal Membayangi Momen Lebaran 2026, BPBD Sleman Siagakan Posko 24 Jam
Selain kepadatan lalu lintas, peningkatan aktivitas masyarakat juga dapat memicu gangguan keamanan maupun risiko bencana akibat faktor cuaca.
“Mobilitas masyarakat yang sangat tinggi tentu akan memunculkan titik-titik kerawanan," ujarnya.
Kapolda DIY, Anggoro Sukartono.
Karena itu rapat koordinasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh stakeholder siap menghadapi kondisi tersebut,” ujar Anggoro.
Stasiun dan bandara jadi titik kepadatan
Beberapa simpul transportasi diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas yang cukup signifikan selama periode mudik.
Di antaranya Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan yang menjadi pintu masuk utama penumpang kereta api.
Selain itu, pergerakan penumpang juga diprediksi meningkat di Bandara Adisutjipto dan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
Kedua bandara tersebut selama ini menjadi akses utama bagi masyarakat yang datang ke Yogyakarta melalui jalur udara.
Selain itu, sebagai salah satu destinasi wisata favorit, sejumlah tempat wisata dipastikan ramai selama libur lebaran.
Kepolisian bersama instansi terkait akan menggelar Operasi Ketupat Progo 2026 yang dilaksanakan secara serentak mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Baca Juga: Tol Solo-Jogja dan Jogja-Bawen Siap Beroperasi pada Arus Mudik Lebaran 2026
“Akan ada 25 pos pengamanan Polri yang tersebar di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, baik kota maupun kabupaten, dan pada titik-titik tertentu jumlah personelnya akan diperbanyak,” jelas Anggoro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









