Berdayakan UMKM, Tempat Olahraga dan Wisata Belanja Hadir di Jalan LPP Klitren

Akurat.co,Jogja-Sepanjang Jalan LPP Klitren disulap menjadi tempat olahraga sekaligus wisata belanja pada Minggu pagi pukul 06.00-09.00 wib.
Dinamakan Area Cantik untuk Wisata Belanja dan Olahraga atau Arcadia, kawasan ini menjadi ruang terbuka yang menggabungkan konsep olahraga, rekreasi, dan ekonomi kreatif, sekaligus mendorong aktivitas warga setiap akhir pekan.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyebutkan geliat ekonomi lokal perlu ditumbuhkan melalui kegiatan yang berkelanjutan dan ramah untuk semua kelompok masyarakat.
Baca Juga: Pemanfaatan Dapur UMKM hingga Sekolah Solusi Krisis MBG
Salah satunya dengan menghadirkan kegiatan seperti car free day yang memberi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan pendapatan mereka.
“Harapan saya itu ekonomi masyarakat menengah ke bawah menggeliat di beberapa titik. Jadi di Kota Yogyakarta masih banyak ruang yang punya potensi untuk menimbulkan kompleksitas ekonomi baru.
Ada di Jalan LPP, Embung Giwangan, itu semua kita jadikan car free day secara rutin dan berkelanjutan,” katanya.
130 UMKM terdaftar jadi tenant Arcadia
Ketua Pokdarwis Klitren, Didik Aris Hermanto, menjelaskan ada sekitar 130 UMKM yang terdaftar sebagai tenant Arcadia.
Mereka terdiri dari anggota Forkom UMKM Gondokusuman dan warga sekitar yang memanfaatkan ruang publik ini untuk memasarkan produk kuliner, kerajinan, hingga busana.
“Kami berupaya agar Arcadia ini bukan hanya tempat jualan, tapi juga wadah interaksi sosial dan promosi budaya lokal.
Ada hiburan musik, senam bersama, dan pertunjukan anak-anak sekolah, supaya suasananya hidup dan warga betah datang setiap minggu,” terang Didik.
Baca Juga: Pelaku UMKM Ngadu ke DPRD DIY, Soal Apa?
Salah satu pelaku UMKM, Novi Puji, penjual es dawet beras, mengaku antusias untuk berjualan di Arcadia untuk meningkatkan pendapatannya.
“Biasanya jual di rumah, kalau di sini lebih ramai, banyak yang sekalian olahraga terus mampir beli jajanan.
Semoga kegiatan ini terus ada, biar kami bisa dapat penghasilan tambahan,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









