Komisi B DPRD DIY Dorong Ketahanan Pangan Pekarangan dan UMKM Lele di Timbulharjo Bantul

Akurat.co, Jogja - Komisi B DPRD DIY mendorong penguatan ketahanan pangan berbasis pekarangan.
Sekaligus pengembangan UMKM melalui dukungan budidaya lele dan optimalisasi lahan rumah tangga.
Hal itu diungkapkan Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari dalam melakukan Kunjungan Dalam Daerah (KDD) ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Guyup Rukun di Rendeng Wetan Timbulharjo Bantul.
Kunjungan ini bertujuan menyerap aspirasi langsung sekaligus memastikan keberlanjutan pendampingan pemerintah terhadap kelompok tani perempuan.
Baca Juga: Komisi A DPRD DIY Soroti Pemotongan Dana Desa yang Berimbas Pada Infrastruktur
“Kami ingin mengetahui secara langsung tantangan, hambatan, serta kebutuhan yang dihadapi KWT Guyup Rukun, sekaligus melihat sejauh mana pendampingan pemerintah telah berjalan,” ujarnya, Jumat (27/02/2026).
Komisi B menilai KWT Guyup Rukun berpotensi menjadi model ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Sejak berdiri pada 2018, kelompok ini aktif memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayuran guna memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama saat terjadi lonjakan harga bahan pokok.
Pengembangan budidaya lele ini menjadi langkah strategis karena memberikan hasil yang lebih optimal dibanding sektor tanaman.
Baca Juga: Harga Naik Jelang Ramadan, Komisi B DPRD DIY Desak Pemda Gerak Cepat
Menurut Anggota Komisi B Yan Kurnia Kustanto, dukungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dioptimalkan. Termasuk pelatihan pengolahan pangan berbahan lokal dari Dinas Pertanian serta program pembuatan pelet mandiri dari Dinas Perikanan.
“Program OPD bisa disinergikan untuk mendukung penguatan produksi sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil budidaya melalui pelatihan dan inovasi,” jelasnya.
Selain itu, Komisi B juga mendorong pemanfaatan lahan kosong seluas 100–300 meter persegi untuk pengembangan greenhouse melon sebagai alternatif komoditas unggulan.
Hasil panen tanaman yang belum maksimal meskipun telah menyewa lahan, masih jadi kendala operasional di KWT tersebut. Meskipun hasilnya masih lebih baik dibandingkan dari tanaman.
Baca Juga: Dukung Program MBG, Komisi B DPRD DIY Dorong Penguatan Legalitas Koperasi Desa Merah Putih
Ke depan, program budidaya lele akan diperkuat melalui bantuan enam kolam bulat beserta pakan. Selain meningkatkan produksi, hasil panen juga diarahkan menjadi produk olahan bernilai tambah seperti abon dan keripik lele yang berpotensi dikembangkan sebagai UMKM.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Pertandingan PSIM vs PSM Makassar, Tuan Rumah Terbebani Wajib Menang
- 2K-24 Healthy Run 2026 di Jogja, Boleh Bawa Stroller?
- 3Gaji ASN Lewat KDMP, DPRD DIY Khawatirkan Keamanan Data
- 412 Atlet SOIna DIY Siap Berlaga di PESONAS II 2026 Kupang
- 5Kolaborasi 5 Universitas APTIK di UAJY: Cetak Mahasiswa Ilmu Komunikasi Melek Teknologi AI
- 6Jelang Hari Santri 2026, Kemenag Sleman dan FKUB Reresik Pondok Pesantren
- 7Ada Agenda Keagamaan, Laga PSIM vs PSM Digelar tanpa Penonton
- 8Perjuangan Muhammad Yunus Kuliah di UNY, jadi Ojol Makanan saat Waktu Luang
- 9Kalah 4 Kali Beruntun, Pelatih PSIM: Wajar Suporter Kecewa dan Marah
- 10Suporter PSIM Minta Van Gastel Dipecat Dalam Waktu 1x24 Jam









