Jogja

UAJY Bersama WWF Luncurkan KKN Tematik Zero Plastic Waste bagi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Atiek Widyastuti | 19 Maret 2026, 12:25 WIB
UAJY Bersama WWF Luncurkan KKN Tematik Zero Plastic Waste bagi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Mahasiswa UAJY peserta KKN Tematik Zero Waste berbincang dengan petugas CS. (Istimewa)

Akurat.co, Jogja - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) berkolaborasi dengan World Wide Fund for Nature (WWF) memperkuat komitmennya terhadap kelestarian lingkungan melalui program "Zero Plastic Waste".

Berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Teknobiologi, Gedung St Fransiskus Asisi, kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.

Untuk itu UAJY secara resmi menyelenggarakan KKN Tematik yang merupakan bagian dari kegiatan "Zero Waste". Program ini dapat terselenggara berkat pendanaan hibah dari program Plastic Smart Cities yang diinisiasi oleh WWF.

"Tujuan dari program ini untuk membangun ekosistem kampus yang minim sampah melalui kolaborasi langsung di lapangan," kata dosen Fakultas Teknobiologi UAJY, L Indah Murwani Yulianti, Kamis (19/03/2026).

Baca Juga: Keren! Mahasiswa UAJY Ini Raih Gelar Duta Budaya DIY 2026

Pelatihan ini secara khusus mempertemukan mahasiswa UAJY angkatan 2023 selaku peserta KKN Tematik Zero Plastic Waste dengan para perwakilan cleaning service dari setiap area kampus.

Dalam kesempatan tersebut Indah Murwani juga memberikan pengarahan mengenai KKN Tematik. Dalam pemaparannya, ia menekankan urgensi dan tujuan utama dari program ini bagi ekosistem kampus. Tema besarnya dalam kegiatan ini adalah penguatan sistem pengelolaan sampah plastik menuju kampus yang minim sampah.

"Tujuannya adalah memperkuat kebijakan, menambah sarana, meningkatkan partisipasi dan membangun sistem monitoring yang berkelanjutan. Harapannya, budaya zero waste betul-betul melembaga di kampus," jelas Indah.

Program ini hadir untuk merespons terhadap permasalahan sampah yang semakin kompleks. Salah satu tantangan terbesar disampaikan langsung oleh Martana, perwakilan cleaning service, yang menyoroti kendala harian terkait volume sampah organik di area kampus.

Baca Juga: Mahasiswa IUPIE FTI UAJY Sharing Peluang Internasional Ikuti Student Gathering dan Sharing Peluang Internasional

"Sampah daun memang sangat banyak. Contoh sampah daun yang berguguran, kemudian potongan daun dari hasil pemangkasan tanaman. Nah, itu yang agak sulit kami olah atau kami manfaatkan dan terpaksa harus dibuang ke TPA," ungkap Martana.

Venansius Galih Perkasa Putra selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menegaskan, sinergi ini akan melibatkan mahasiswa dalam pengambilan data dan praktik langsung di lapangan selama satu semester penuh.

"Teman-teman KKN akan membantu Bapak/Ibu CS dalam hal pengelolaan dan pendataan sampah. Dengan tujuan pengurangan jumlah sampah di UAJY, maka kita harus tau data awalnya berapa, kemudian prosesnya bagaimana, datanya seperti apa, dan nanti di akhir KKN kalian bisa membuat Final Report. Misalnya ternyata setelah sosialisasi, data yang kalian kumpulkan menunjukan jumlah produksi sampah di UAJY menurun," ujar Galih.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq menjelaskan kebijakan pemilahan dan pengelolaan sampah di kota Yogyakarta. Ia menegaskan pentingnya peran institusi pendidikan dalam krisis sampah saat ini.

Baca Juga: UAJY Gelar Workshop Kesehatan Mental dan Pencegahan Kekerasan di Paroki Kristus Raja Baciro

"Kebijakan pengelolaan sampah kita sekarang adalah desentralisasi. Sampah harus selesai di sumbernya, atau setidaknya di tingkat kemantren dan kelurahan. Kita tidak bisa lagi menggunakan pola lama, yaitu kumpul, angkut, lalu buang," tegas Rajwan.

Menurutnya kawasan kampus seperti UAJY ini adalah ekosistem yang sangat ideal untuk menjadi role model atau percontohan, kunci utamanya yaitu pemilahan sejak dari sumber.

Melalui KKN Tematik ini, mahasiswa UAJY diharapkan dapat turun tangan langsung berkolaborasi dengan tenaga kebersihan untuk menciptakan sistem tata kelola dan pemilahan sampah yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.