Jogja

Pernah Kerja Bangunan, Alfath Qornain Wujudkan Mimpi jadi Mahasiswa UGM

Haris Ma'ani | 10 April 2026, 12:01 WIB
Pernah Kerja Bangunan, Alfath Qornain Wujudkan Mimpi jadi Mahasiswa UGM
Alfath Qornain Isnan Yuliadi tak menyangka. Perjuangannya menjadi mahasiswa UGM kini terwujud. (dok.ugm)

Akurat.co,Jogja-Alfath Qornain Isnan Yuliadi tak menyangka. Perjuangannya menjadi mahasiswa UGM kini terwujud.

Jalannya menjadi mahasiswa UGM tak mudah.

Keluarganya bukan berasal dari kalangan berada. Ayahnya hanya seorang buruh bangunan. Sedang ia juga memiliki enam saudara.

Kalau ia kuliah, ekonomi keluarga pasti akan terganggu.

Orangtua Alfath pun menyadari itu. Oleh karenanya, orang tuanya lebih memilih memasukkannya ke SMK ketimbang SMA. Supaya setelah lulus, Alfath bisa dapat langsung bekerja.

Baca Juga: Status Tahanan Mantan Menag Yaqut Cholil jadi Polemik, Ini Kata Pakar Hukum Pidana UGM

Tapi tekad kuat membuka jalan Alfath.

“Saya bilang ke ayah, kalau saya mentok di SMK saja, kemungkinan berkembangnya lebih sulit.

Saya ingin berkembang lebih jauh, saya ingin kuliah,” kenangnya.

Perlahan, keyakinannya meluluhkan hati orang tua.

Perjuangan Alfath tidak berhenti pada izin. Ia membiayai sendiri langkah awalnya menuju kampus impian.

Sejak kelas dua SMK, ia sudah turun langsung ke proyek bersama ayahnya.

Dari menggali fondasi hingga mengangkat material, ia jalani semua.

Upahnya tidak besar, sekitar Rp50 ribu per hari, namun cukup untuk ia kumpulkan sebagai bekal mendaftar UTBK.

“Saya nggak enak minta ke bapak. Jadi saya kerja, sebagian ditabung buat UTBK, sebagian buat kebutuhan sekolah,” katanya.

Baca Juga: UGM Terima 2.836 Mahasiswa dari Jalur SNBP 2026

Di sela kerja penuh waktu dari pagi hingga sore, Alfath tetap menyisihkan waktu belajar di malam hari.

Kecelakaan kerja membuatnya sempat down

Perjuangannya sempat diuji ketika ia mengalami kecelakaan kerja, jatuh dari lantai dua proyek bangunan.

Namun, alih-alih menyerah, pengalaman itu justru menguatkan tekadnya.

“Saya sempat overthinking, takut nggak bisa lanjut. Tapi alhamdulillah diberi kesempatan sampai di titik ini,” ujarnya.

Tapi semua jerih payahnya terjawab. Ia dinyatakan lolos UTBK UGM dan menjadi mahasiswa prodi D4 Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2022.

Baca Juga: Guru Besar UGM: Pengalihan 58 Persen Dana Desa ke Koperasi Merah Putih Lemahkan Otonomi Desa

Ketika dinyatakan lolos ke UGM, emosinya pecah.Ia memeluk ibunya, lalu bergegas mencari sosok lain yang paling ia ingat, ialah kakeknya.

"Saya ingat banget, saya lari nyamperin kakek saya, langsung saya peluk dan bilang, Saya jadi kuliah.’”

Dari bangku SMK, menjadi satu-satunya siswa di sekolahnya yang lolos ke UGM.

Ternyata apa yang dicitakan Alfath untuk berkembang dengan kuliah satu per satu mewujud.

Selain fokus akademik, kini ia aktif berorganisasi, hingga dipercaya untuk memimpin BSO di Sekolah Vokasi dan mengikuti berbagai kompetisi.

"Saya dulu bahkan diajak lomba nggak mau. Tapi di UGM saya sadar itu penting, dan mulai aktif sejak semester tiga,” katanya.

Hasilnya luar biasa. Hingga kini, Alfath telah memenangkan sekitar 15 perlombaan di tingkat nasional dan internasional.

Ia bahkan sempat melangkah hingga menjadi finalis pada sebuah kompetisi di Nanyang Technological University Singapura.

Prestasinya mengantarkannya meraih penghargaan menjadi Insan Berprestasi UGM pada 2025 lalu.

Baca Juga: Pakar UGM Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Kemarau Panjang

"Orang tua saya senang banget. Mereka nggak menyangka anaknya bisa sampai dapat penghargaan dari UGM,” ujarnya.

Kisah Alfath sekali lagi menjadi bukti bahwa latar belakang keluarga bukan alasan untuk bercita-cita tinggi.

Alfath mengatakan, "Tugas kita bukan menerka masa depan, tapi memaksimalkan apa yang bisa kita lakukan sekarang, supaya nanti kita tidak menyesal,” tutupnya dikutip dari laman resmi UGM.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.