Jogja

Haul 5 Ulama, DPW PKB DIY Ingatkan Perjuangan Para Kiai Pendahulu

Atiek Widyastuti | 17 Maret 2026, 10:39 WIB
Haul 5 Ulama, DPW PKB DIY Ingatkan Perjuangan Para Kiai Pendahulu
Penyerahan santunan anak yatim oleh Ketua DPW PKB DIY. (Istimewa)

Akurat.co, Jogja - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Haul Lima Ulama sekaligus santunan yatim.

Bertempat di Kantor DPW PKB DIY, kegiatan diikuti sejumlah tokoh ulama, pengurus partai serta tamu undangan. Selain dihadiri pengurus DPW PKB DIY serta anggota Fraksi PKB DPRD se-DIY.

Tak ketinggalan Karena kegiatan diakhiri dengan pemberian santunan bagi anak-anak yatim

Acara juga dihadiri anak-anak yatim yang turut mengikuti rangkaian kegiatan hingga berbuka puasa bersama.

Baca Juga: Ketua DPW PKB DIY : Membangun Partai Ibarat Memajukan Daerah

Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar menyampaikan, kegiatan haul ini merupakan agenda rutin setiap bulan Ramadhan sebagai upaya menghidupkan hari-hari terakhir Ramadhan dengan kegiatan yang penuh keberkahan.

“Alhamdulillah, atas ridha dan hidayah Allah SWT kita bisa berkumpul dalam keadaan sehat walafiat dalam rangka haul lima ulama sekaligus santunan anak-anak yatim dan buka puasa bersama," katanya, Selasa (17/03/2026).

Ia menegaskan, PKB memiliki komitmen untuk terus mengenang dan melanjutkan perjuangan para ulama yang telah berjasa besar bagi umat dan bangsa.

“PKB adalah partai yang lahir dari rahim para ulama dan para kiai. Karena itu kita ingin terus mengenang jasa, pemikiran dan perjuangan para kiai pendahulu kita, khususnya para ulama yang hari ini kita hauli,” katanya.

Baca Juga: DPW PKB DIY Siap Gelar Muswil

Menurutnya, umat Islam tidak bisa beragama dengan baik tanpa bimbingan para ulama. Berbagai ilmu yang menjadi dasar dalam memahami Al-Qur’an dan agama Islam, seperti ilmu tajwid, nahwu dan sharaf, merupakan hasil dari pengembangan keilmuan para ulama.

“Kita bisa membaca Al-Qur’an dengan benar, memahami makhraj huruf, hingga mempelajari ilmu nahwu dan sharaf, semua itu berkat jasa dan ilmu para kyai. Karena itu kita harus selalu menghormati dan mengikuti para ulama,” tegasnya.

Kelima ulama yang di-haulkan adalah KH Mahrus Ali, KH Hasyim Asy'ari, KH Ma'shum Lasem, KH Manaf Abdul Karim serta KH. Dalhar Watucongol.

Para ulama tersebut dikenal sebagai tokoh besar yang memiliki peran penting dalam perkembangan keilmuan Islam serta perjuangan umat di Nusantara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.